Namo Buddhaya

Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa

Yo Dhammam desesi adikalyanam majjhekalyanam pariyosanakalyanam ti
Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, indah pada akhirnya
Showing posts with label Dukkha. Show all posts
Showing posts with label Dukkha. Show all posts

Sunday, September 5, 2010

Alam Manusia sebagai Alam Terbaik

Alam manusia di dalam Agama Buddha dikatakan sebagai alam yang paling baik untuk mencapai kesempurnaan. Mengapa demikian?

Dalam pandangan Dhamma, hidup sebagai manusia mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menyaksikan ketidakkekalan. Manusia mudah bertemu dengan yang tidak disukai dan mudah berpisah dengan yang disukai.

Saturday, April 24, 2010

Akhiri Kebencian

Kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian
Kebencian baru akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci
Inilah satu hukum abadi (Dhammapada I, 5)

Monday, April 12, 2010

Musuh Utama Pohon

Ketika manusia mulai pandai melebur biji besi menjadi batang besi, lalu menempa dan membentuk lempengan, kemudian mengasahnya menjadi sebilah mata kapak yang tajam; ketika itulah pohon-pohon di dunia mulai khawatir akan nasib mereka.

Thursday, December 10, 2009

Cara Mengatasi Kemelekatan

Membahas secara mendalam tentang ketidakmelekatan ini sesungguhnya bukan hanya sesuai untuk para anagarini, bhikkhu, maupun samanera saja, namun juga cocok untuk para perumah tangga. Sebab, tidak melekat bukan berarti tidak boleh punya pasangan hidup. Tidak melekat itu bukan berarti tidak boleh punya kekayaan. Tidak melekat itu bukan berarti tidak boleh punya rumah, tidak punya mobil, tidak punya pekerjaan yang berhasil. Bukan demikian, bukan. Tidak melekat itu berarti siap menghadapi perubahan pada segala sesuatu yang dimiliki. Menerima perubahan itu sebagai kenyataan. Itulah kunci agar tidak melekat.

Konsep Dukkha

Konsep dukkha dapat ditinjau dari tiga segi:
1. Dukkha sebagai derita biasa (dukkha-dukkha).
2. Dukkha sebagai akibat dari perubahan-perubahan (viparinama-dukkha).
3. Dukkha sebagai akibat dari keadaan yang berkondisi (sankhara-dukkha).