Namo Buddhaya

Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa

Yo Dhammam desesi adikalyanam majjhekalyanam pariyosanakalyanam ti
Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, indah pada akhirnya
Showing posts with label Dhamma. Show all posts
Showing posts with label Dhamma. Show all posts

Sunday, September 5, 2010

Alam Manusia sebagai Alam Terbaik

Alam manusia di dalam Agama Buddha dikatakan sebagai alam yang paling baik untuk mencapai kesempurnaan. Mengapa demikian?

Dalam pandangan Dhamma, hidup sebagai manusia mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menyaksikan ketidakkekalan. Manusia mudah bertemu dengan yang tidak disukai dan mudah berpisah dengan yang disukai.

Saturday, June 12, 2010

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita .Orang buta itu tertawa dan berkata, "Buat apa saya bawa pelita? 'Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang 'koq." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Friday, May 28, 2010

Hari Raya Suci Waisak

Hari suci Waisak atau Vesākha memperingati tiga peristiwa suci yang terjadi pada pribadi Buddha Gautama, yaitu:
  1. Kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM.
  2. Petapa Gautama mencapai Penerangan Sempurna di Bodhi Gaya pada usia 35 tahun (588 SM).
  3. Buddha Gautama mencapai Maha Parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun (543 SM).

Monday, May 24, 2010

Selamat Hari Raya Waisak 2554 B.E./2010

Akhirnya, hari raya umat Buddhis akan segera tiba. Kita akan segera menyambut hari raya Waisak (Vesākha) yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 28 Mei 2010.

Pada umumnya, hari Waisak jatuh pada hari di mana bulan purnama pertama muncul pada bulan Mei, di mana bulan purnama pertama pada Mei 2010 muncul pada tanggal 27 Mei.

Kisah ini dimulai dari sebuah kelahiran di bulan Waisak tahun 623 SM, tentang bayi agung dari kerajaan Kapilavastu, tentang bunga teratai yang tumbuh diatas kaki sang bayi, bumi yang bergetar, jiwa yang bergejolak, tentang paradoksal masa lalu dan masa yang akan datang, tentang Taman Lumbini yang menyelipkan cerita tentang awal dan akhir sebuah kehidupan.

Saturday, April 24, 2010

Akhiri Kebencian

Kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian
Kebencian baru akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci
Inilah satu hukum abadi (Dhammapada I, 5)

Thursday, December 10, 2009

Cara Mengatasi Kemelekatan

Membahas secara mendalam tentang ketidakmelekatan ini sesungguhnya bukan hanya sesuai untuk para anagarini, bhikkhu, maupun samanera saja, namun juga cocok untuk para perumah tangga. Sebab, tidak melekat bukan berarti tidak boleh punya pasangan hidup. Tidak melekat itu bukan berarti tidak boleh punya kekayaan. Tidak melekat itu bukan berarti tidak boleh punya rumah, tidak punya mobil, tidak punya pekerjaan yang berhasil. Bukan demikian, bukan. Tidak melekat itu berarti siap menghadapi perubahan pada segala sesuatu yang dimiliki. Menerima perubahan itu sebagai kenyataan. Itulah kunci agar tidak melekat.

Konsep Dukkha

Konsep dukkha dapat ditinjau dari tiga segi:
1. Dukkha sebagai derita biasa (dukkha-dukkha).
2. Dukkha sebagai akibat dari perubahan-perubahan (viparinama-dukkha).
3. Dukkha sebagai akibat dari keadaan yang berkondisi (sankhara-dukkha).

Belajar Dhamma

Pernahkah kita merasa terlalu rumit untuk mempelajari ajaran Sang Buddha? Pernahkah kita merasa ajaran Sang Buddha tidak masuk akal? Atau kita merasa ajaran Sang Buddha tidak bisa dijadikan pedoman hidup karena tidak ada yang bisa mendengarkan doa kita, apalagi mengabulkannya?

Mempelajari ajaran Dhamma bukanlah harus langsung menguasai 100% materi yang ada. Juga bukan harus menerima 100% tanpa direnungi atau dipahami. Dhamma ajaran Sang Buddha semuanya bisa dibuktikan. Cuma perlu kebijaksanaan yang memadai. Dahulu Sang Buddha membabarkan Dharma pun sesuai dengan kebijaksanaan pendengarnya. Makanya banyak orang tercerahkan saat itu.